Selasa, 12 Mei 2015

Tugas ke 3 : Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi


1.Definisi dan Dasar Pengambilan Keputusan

1.1 Definisi

Pengambilan keputusan didefinisikan sebagai proses memilih tindakan tertentu dalam menghadapi masalah atau menangani kesempatan yang ada . Kualitas keputusan yang diambil para manajer adalah sebagai  tolak ukur keefektifan. Kadang kadang satu atau dua keputusan yang baik atau buruk dapat mempengaruhi kesuksesan karier individu atau bahkan kesuksesan organisasi . contoh pengambilan keputusan yang buruk diantaranya yaitu :

1.Pihak manajemen Union carbide mengambil beberapa keputusan yang buruk setelah terjadinya tragedy kecelakaan kebocoran Methil Isocyanate di Bhopal , India , pada tahun 1984 . Tragedi ini merenggut lebih dari 2000 jiwa . Kecelakaan itu sendiri dan keputusan yang diambil berkaitan dengan penanganan kecelakaan ini memberikan pengaruh  yang sangat besar bagi Union Carbide . Kecaman dan cercaan internasional mempengaruhi jatuhnya nilai saham perusahaan , penurunan peringkat kredit , adanya usaha pengambilalihan secara tidak bersahabat (oleh GAF Corp) dan klaim kerusakan yang mencapai triliunan dolar.


2.Keputusan yang diambil pihak eksekutif perusahaan ban Bridgestone . Perusahaan tersebut mendapat tekanan dari Badan Pengawasan Keselamatan Jalan Raya Amerika untuk menarik produk ban mereka dari pasaran , meskipun 6,5 juta ban sudah ditarik dari pasaran pada bulan Agustus tahun 2000. Hingga bulan Juli 2011 , pihak perusahaan menolak permintaan penarikan tersebut . 
                          Keputusan menunda penarikan ini memiliki dampak yang amat besar , karena selama periode itu pihak yang berwenang mengaitkan 271 kasus kematian dan beberapa kasus cedera parah akibat kecelakaan yang disebakan cacat pada ban ban. Pihak eksekutif Bridgestone akhirnya mengubah keputusan mereka dan setuju menarik 3,5 juta produk ban mereka pada bulan Oktober 2001. Selain kerugian nyawa yang tidak bisa terganti , harga saham perusahaan anjlok dan perusahaan menghadapi tuntunan finansial sebesar 345 juta dolar , hingga tahun 2005 , perusahaaan masih menghadapi beberapa tuntuan hukum pribadi dari banyak orang akibat cacat pada ban yang menimbulkan kecelakaan fatal.
                     Pengambilan keputusan adalah hal yang sangat penting dan dapaat memberikan pengaruh yang sangat signifikan , sebagaimana diilustrasikan oleh kasus Union Carbide dan Bridgestone . Beberapa orang mengatakan bahwa hakikat manajemen adalah peangambilan keputusan . Meskipun begitu , sangat keliru jika kita menganggap hanya manajer yang melakukan pengambilan keputusan . Karena itu meskipun pengambilan keputusan adalah proses manajerial yang penting , pada dasarnya pengambilan keputusan adalah proses yang dijalani setiap individu.

1.2 Dasar-dasar Pengambilan Keputusan 

Menurut George Terry (dalam Hasan, 2002:12-13) dasar-dasar  pengambilan keputusan adalah :
a)  Intuisi. Keputusan berdasarkan perasaan subjektif dari pengambil keputusan. Sehingga sangat dipengaruhi oleh sugesti dan faktor kejiwaan.
b)  Rasional. Pengambilan keputusan bersifat objektif, logis, transparan dan konsisten karena berhubungan dengan tingkat pengetahuan seseorang. 
c)  Fakta. Pengambilan keputusan yang didasarkan pada kenyataan objektif yang terjadi sehingga keputusan yang dimabil dapat lebih sehat, solid dan baik. 
d)  Wewenanang. Pengambilan keputusan ini didasarkan pada wewenang dari manajer yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari bawahannya.
e)  Pengalaman. Pengambilan keputusan yang didasarkan pada pengalaman seorang manajer.

2.Jenis Jenis Keputusan Organisasi

Manajer didalam setiap organisasi dapat dibedakan berdasarkan latar belakang , gaya hidup , atau jarak mereka dengan bawahan , tetapi cepat atau lambat mereka semua harus melakukan pengambilan keputusan . Meskipun pengambilan keputusan bersipat sangat partisipatif(dengan keterlibatan penuh dari bawahan), manajerlah yang bertanggung jawab penuh terhadap hasil keputusan
Klasifikasi yang dikemukan oleh Herbert Simon membedakan dua tipe keputusan:

1.Keputusan terprogram adalah keputusan yang diperlukan ketikan situasi dimana prosedur spesifik telah dikembangkan untuk masalah berulang dan rutin . Sebagai contoh , perusahaan Land’s End memiliki prosedur tertentu yang harus diikuti ketika konsumen mengajukan keluhan tentang pemesanan mereka . Setiap langkah sudah ditetapkan untuk merespons setiap keluhan konsumen secara cepat .

2.Keputusan tidak terprogram adalah sebuah keputusan yang diperlukan untuk masalah manajemen yang unik dan kompleks . Keputusan seperti ini membutuhkan penanganan khusus. Contoh: Individu yang mengikuti kursus online pada perusahaan earlening seperti Learn Key , Digital Think , Skill Soft , NetG dan HighTech Campus kadang kadang mengalami kesulitan dalam melakukan pendaftaran , menyelesaikan tes kompetensi atau mendownload hard copy dari dokumen dan bahan kursus yang ada pada situs web perusahaan tersebut . Petugas pusat layanan teknis untuk konsumen di setiap perusahaan ini harus memberi respons terhadap situasi , kejadian , atau problem yang tidak rutin . Setiap perusahaan yang saling berkompetisi dalam bisnis e-learning ini harus menangani dengan seefektif mungkin setiap situasi keputusan tidak terprogram.



3.Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan.

Menurut Terry (1989) faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan sebagai berikut:
  1. Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan;
  2. Setiap keputusan nantinya harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
  3. Setiap keputusan janganlah berorientasi pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
  4. Jarang sekali ada 1 pilihan yang memuaskan;
  5. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
  6. Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang  cukup lama;
  7. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
  8. Setiap keputusan hendaknya dikembangkan, agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
  9. Setiap keputusan itu merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat enam faktor lain yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.
1.    Fisik
            Didasarkan pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan. Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang, sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
2.    Emosional
            Didasarkan pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara subjective.
3.    Rasional
            Didasarkan pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan berbagai konsekuensinya.
4.    Praktikal
            Didasarkan pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuanya dalam bertindak.
5.    Interpersonal
            Didasarkan pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang keorang lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
6.    Struktural
            Didasarkan pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.

4.Implikasi Manajerial dalam Pengambilan Keputusan
            Implementasi pengambilan keputusan dalam kepemimpinan partisipatif pada  lingkup sekolah terkait erat dengan perilaku kepala sekolah sebagai manajer pendidikan dan guru sebagai anggota organisasi pendidikandalam pengambilan keputusan. Dalam konsep ini yang dibicarakan adalah peran serta kepala sekolah dalam pengambilan keputusan. French (1960) dalam Salusu (1996:233) menegaskan bahwa peran serta menunjukkan suatu proses antara dua atau lebih pihak yang mempengaruhi satu terhadap yang lainnya dalam membuat rencana, kebijaksanaan dan keputusan.  Pentingnya peran serta dalam proses pengambilan keputusan diakui juga oleh Alutto dan Belasco (1972) yang mengatakan bahwa dengan adanya peran serta ada jaminan bahwa pemeran serta tetap mempunyai kontrol atas keputusan-keputusan yang diambil (Salusu, 1996:234). Berikut ini akan dibahas mengenai peran serta (partisipasi) kepala sekolah dalam pengambilan keputusan di sekolah.
Dilihat dari fungsi kepala sekolah sebagai manajer atau pemimpin sekolah, maka salah satu fungsi yang harus dilakukan adalah sebagai pengambil keputusan. Dalam kaitannya dengan fungsi tersebut, kepala sekolah memiliki pandangan tertentu dalam memberi kesempatan kepada guru untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.Dasar teori yang dapat dikaji dalam pengambilan keputusan pendidikan dan partisipasi  guru adalah teori kepemimpinan kontinuum yang dikembangkan oleh Tannenbaum dan Schmidt (Rawis, 2000:30). Dalam pandangan kedua ahli ini ada dua bidang pengaruh yang ekstrim.  Pertama, bidang pengaruh pemimpin di mana pemimpin menggunakan otoritasnya dalam gaya kepemimpinannya. Kedua,  bidang pengaruh kebebasan bawahan di mana pemimpin menunjukkan gaya yang demokratis. Kedua bidang pengaruh ini dipergunakan dalam hubungannnya dengan perilaku pemimpin melakukan aktivitas pengambilan keputusan.  Menurut dua ahli tersebut ada enam model gaya pengambilan keputusan yang dapat dilakukan oleh pemimpin, yakni :
a)  Pemimpin membuat keputusan dan kemudian mengumumkan kepada bawahannya. Model ini terlihat bahwa otoritas yang dipergunakan atasan terlalu dominan, sedangkan daerah kebebasan bawahan sempit sekali.
b)  Pemimpin menjual keputusan. Pada gaya ini pemimpin masih dominan. Bawahan belum banyak dilibatkan.
c)  Pemimpin menyampaikan ide-ide dan mengundang pertanyaan. Dalam model ini pemimpin sudah menunjukkan kemajuan. Otoritas mulai berkurang dan bawahan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaanpertanyaan.Bawahan mulai dilibatkan dalam pengambilan keputusan. 
d)  Pemimpin memberikan keputusan bersifat sementara yang kemungkinan dapat dirubah.  Bawahan sudah mulai banyak terlibat dalam rangka pengambilan keputusan. Otoritas pelan-pelan mulai berkurang.
e)  Pemimpin memberikan persoalan, meminta saran-saran dan mengambil keputusan.  Pada gaya ini otoritas yang dipergunakan sedikit. Sedangkan kebebasan bawahan dalam berpartisipasi mengambil keputusan sudah lebih
banyak dipergunakan.  Pemimpin merumuskan batas-batasnya dan meminta kelompok bawahan untuk mengambilkeputusan. Partisipasi bawahan sudah lebih dominan.
f)  Pemimpin mengizinkan bawahan melakukan fungsi-fungsinya dalam batas-batas yang telah dirumuskan oleh pemimpin.    


Daftar Pustaka:
·         Gibson, Ivancevich, Donnelly, 1990, Organisasi, Perilaku, Struktur dan Proses, Jilid, 1, University of Kentucky dan University of Houston  (Editor: Djarkasih) Jakarta: Erlangga.  
·         John M Ivancevic,2005. Perilaku dan Manajemen Organisasi jil 2,  Jakarta:Erlangga.
·         Dermawan, Rezky. 2013. Pengambilan Keputusan. Bandung: Alfabeta

·         Veithzal,  R., 2004,   Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


Jumat, 10 April 2015

Tugas Tou Kepemimpinan

Nama   :Ina Nurlianah
Npm    : 1A113549
Kelas   ; 2KA01
Kepemimpinan

1.Pengertian & arti penting kepemimpinan

(John M.Ivancevich, 2006)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk memfasilitasi pencapaian tujuan organisasi yang relavan 

Rauch & Behling (1984)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.


Hemhill & Coon (1995).
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).

Kepemimpinan adalah sifat, sikap, perilaku pemimpin dan proses proses yang dilakukan untuk mempengaruhi orang lain (bawahan) demi tercapainya tujuan.Karena itu kepemimpinan seseorang dan orang lain akan berbeda beda sesuai dengan nilai nilai yang dianut oleh masing masing pemimpin.Seorang pemimpin yang terlalui goal oriented akan menghalalkan segala cara. Seorang pemimpin yang mengutamakan proses perbaikan kerja, akan menggunakan cara cara yang manusiawi untuk menggerakkan bawahannya.

Arti Penting Kepemimpinan
—  Manusia membutuhkan ketertiban dan arahan arahan
—  Kelompok manusia memiliki masalah yang kompleks
—  Setiap individu dalam organisasi memiliki kepentingan yang berbeda beda
—  Setiap organisasi memiliki tujuan bersama yang harus dicapai.
—  Kepemimpinan memperkuat status sosial, ekonomi dan politik.

2.Tipologi kepemimpinan
Tipe kepemimpinan dalam suatu organisasi atau kelompok masyarakat digolongkan dalam enam tipe sebagai berikut:
1.Tipe Otokritas
Memiliki ciri ciri dalam kepemimpinannya sebagai berikut:
  •  Menganggap organisasi sebagai milik pribadi.
  • Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
  • Menganggap bawahan sebagai alat semata mata.
  •  Tidak mau menerika kritik saran dan pendapat.
  •  Terlalu tergantung kepada kekuasaan formilnya.
  • Dalam tindakan pergerakannya sering menggunakan pendekatan yang mengandung unsure pemaksaan dan punitif(bersifat menghukum)
2.Tipe Militeristis
  •   Dalam menggerakan bawahannya lebih sering menggunakan sistem perintah.
  •   Dalam menggerakan bawahannya senang bergantung pada pangkat dan jabatan.
  •  Senang pada formalitas yang berlebih -lebihan.
  •  Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan.
  •  Sukar menerima kritik dari bawahan.
  •   Menggemari upacara-upacara untuk beerbagai keadaan.

3.Tipa Paternalistis

Seorang pemimpin yang bertipe paternalistis memiliki ciri ciri sebagai berikut:
  •  Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
  • Bersikap terlalu melindungi
  •  Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk ikut mengambil keputusan.
  • Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk ikut mengambil inisiatif.
  •  Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk ikut mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
  •  Sering bersikap maha tau.

4.Tipe Kharismatis
Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur  yang ada tentang kriteria kepemimpinan yang kharismatik. Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar. Tegasnya seorang pemimpin yang kharisnatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidk selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi..

5.Tipe Demokratis .
ciri ciri dalam kepemimpinannya sebagai berikut :
  •  Dalam Proses penggerakan bawahan melalui kritik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah makhluk yang termulia .
  • Selalu berusaha menyelaraskan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepemimpinan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya .
  • Senang menerima saran , pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya .
  • Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan
  • Dengan ikhlas memberikan kebebasan yang seluas luasnya kepada bawahan untuk berbuat kesalahan yang kemudian dibandingkan dan ddiperbaiki agar bawahan itu tidak berbuat kesalahan yang sama , tetapi tetap berani berbuat kesalahan yang lain.
  • Selalu berusaha menjadikan bawahan lebih suksses dari pada diri sendiri.
  • Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadi sebagai seorang pemimpin.

6.Tipe Laissez Faire
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi  akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai, tugas yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

3 Faktor faktor yang mempengaruhi kepemimpinan.
Suwatno (2001:161), mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1.         Faktor genetis
          Adalah faktor yang menampilkan pandangan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena latar belakang keturunannya.
2.         Faktor sosial
          Faktor ini pada hakikatnya semua orang sama dan bisa menjadi pemimpin. Setiap orang memiliki kemungkinan untuk menjadi seorang pemimpin, dan tersalur sesuai lingkungannya.
3.         Faktor bakat
         Faktor yang berpandangan bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin yang baik, apabila orang itu memang dari sejak kecil sudah membawa bakat kepemimpinan.

4. Implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi
Manajer dapat ditemui pada semua tingkat di berbagai bidang dalam suatu Manajemen organisasi. Manajer harus berusaha untuk memahami dimana posisi mereka saat ini didalam organisasi maupun perusahaan. Seorang manajer harus merencanakan manajerial dimana mereka harus bisa memutuskan (mengambil keputusan) apa yang akan dilakukan. Setiap aktifitas yang dilakukan oleh manajer tidak terlepas dari empat fungsi dasar manajerial yaitu:
1. Pengorganisasian : Menentukan bagaimana cara terbaik mengelompokkan aktivitas.
2. Kepemimpinan : Memotivasi para anggota untuk bekerja sama bagi kepentingan organisasi
3. Pengendalian: Memonitor dan memperbaiki aktivitas yang berlangsung untuk pencapaian tujuan
4. Perencanaan dan Pengambilan Keputusan : Menetapkan tujuan organisasi dan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya.
Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain yaitu para karyawan atau bawahan,para karyawan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang dengan kekuasaanya mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Kekuasaan itu dapat bersumber dari : hadiah.hukuman,otoritas dan charisma. Pemimpin harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri,sikap bertanggung jawab yang tulus, pengetahuan dan keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan pada diri sendiri dan orang lain dalam membangun organisasi.
 Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.

Kesimpulan
Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mangerjakan sesuatu. Seseorang dikatakan pemimpin apabila dia mempunyai pengikut atau bawahan.Bawahan pemimpin ini dapat disuruh untuk mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu dalam mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan terlebih dahulu. tipe-tipe kepemimpinan dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu tipe otokratis, militeristis, paternalistis, karismatis dan tipe demokratis. Tugas utama dari seorang pemimpin adalah mengambil keputusan Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka semakin besar bobot dari keputusan yang diambilnya

Daftar Pustaka
  • John M.Ivancevich , Robert Konopaske , Michael T.Matteson , Perilaku dan Manajemen Organisasi jil 2, Jakarta:Erlangga,2005.
  • dr.H.Syamsul Arifin,M.Pd , Leadership Ilmu dan Seni Kepemimpinan,Jakarta:Mitra Wacana Media,2012
  • Siagian ,Sondang P . Teori dan Praktek Kepemimpinan . Jakarta : Rieneka Cipta, 2010.








Selasa, 10 Maret 2015

Tugas TOU 2 Pertemuan 1

“Peran Komunikasi dalam Organisasi “
Kehidupan manusia didunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi karena komunikasi merupakan bagian yang penting dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia . Aktivitas komunikasi dapat terlihat pada tiap aspek kehidupan sehari hari seperti mengobrol , mendengarkan musik , menonton televisi , didalam organisasi kita bisa melihat aktivitas komunikasi seperti seorang atasan yang memberi arahan/motivasi kepada bawahan , seorang manager yang mengadakan meeting dengan rekan bisnisnya , dll .

1.Pengertian dan Arti Penting Komunikasi
Komunikasi berasal dari bahasa latin Communico yang artinya membagi (Chery dalam Stuart , 1983). Organisasi berasal dari bahasa latin organizare yang artinya paduan dari bagian bagian yang satu sama lainnya saling bergantung . Organisasi menurut istilah adalah suatu tempat/wadah yang terdiri dari sekompok manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Definisi komunikasi menurut beberapa ahli yaitu :
Everett M.Roges  seorang pakar  sosiologi Pedesaan Amerika menyatakan bahwa “Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka “.
Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi , ide, dan sikap seseorang kepada orang lain (Edwin Emery).
Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai arti antara sesama manuia (Delton    E, Mc farland).
Komuunikasi Organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubah ubah.(Goldhaber,1986)
Jadi dapat disimpulkan Komunikasi adalah proses penyampaian pesan/informasi antara kedua belah pihak baik secara lisan maupun non lisan(gerakan badan dan ekspresi wajah) yang mempunyai hubungan timbal balik antar keduanya. sedangkan komunikasi organisasi adalah proses penyampaian pesan / informasi antara kedua belah pihak didalam lingkungan  organisasi untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Arti Penting komunikasi
Manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri , karna itu manusia membutuhkan komunikasi untuk berinteraksi dengan sesama dan bersosialisasi dengan lingkungannya  , Menurut Dr.Everett Klainjenan dari East West Center Hawaii , komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas , sepanjang manusia ingin hidup maka ia perlu berkomunikasi .
Seberapa penting komunikasi dalam kehidupan manusia?
Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian yang menyatakan bahwa ppersentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi adalah sangat besar ,berkisar antara 75% sampai 90% dari jumlah waktu kegiatan. waktu yang digunakan dalam proses komunikaasi tersebut 5% untuk menulis , 10% untuk membaca , 35%untuk berbicara , 50% untuk mendengar(Jiwanta , 1982).
Ini membuktikan bahwa betapa pentingnya komunikasi dalam tatanan kehidupan sosial manusia , dengan kata lain komunikasi telah menjadi jantung dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dan pada priinsip nya tidak ada seorang pun yang dapat melepaskan dirinya dari aktivitas komunikasi, didalam organisasi sendiri komunikasi merupakan hal yang mengikat kesatuan organisasi , komunikasi membantu anggota-anggota organisasi mencapai tujuan individu dan organisasi , merespon , mengimplementasikan perubahan organisasi , mengkordinasikan aktivitas organisasi dan ikut memainkan peran dalam hampir semua tindakan organisasi.

2.Jenis dan proses Komunikasi
            2.1 Komunikasi dengan dirinya sendiri (intrapersonal communication)
Komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu , atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan dirinya sendiri .
contohnya : Dalam proses pengambilan keputusan ,seringkali seseorang dihadapkan pada pilihan ya atau tidak , keadaan semacam ini membawa seseorang pada situasi berkomunikasi dengan diri sendiri , terutama dalam mempertimbangkan untung ruginya suatu keputusan yang diambil .
 2.2 Komunikasi antar pribadi (interpersonal communication)
adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka .menurut sifatnya komunikasi antar pribadi dapat dibedakan atas dua macam yakni komunikasi diadik dan komunikasi kecil .Komunikasi diadik ialah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang dalam situasi tatap muka . misalnya : percakapan , dialog , dan wawancara  . Sedangkan komunikasi kelompok kecil ialah proses komunikasi yang berlangsung antara tiga orang atau lebih secara tatap muka dimana anggota anggotanya saling berinteraksi satu sama lainnya , proses komunikasi ini biasanya banyak ditemukan dalam kelompok studi dan kelompok diskusi .
2.3 Komunikasi Publik (Public Communication)
adalah proses komunikasi dimana pesan pesan disampaikan oleh pembicara dalam situasi tatap muka didepan khalayak yang lebih besar.ciri dari komunikasi public bahwa pesan yang disakmpaikan itu berlangsung secara spontanitas tetapi terencana dan dipersiapkan lebih awal , tipe komunikaasi public biasanya ditemui dalam berbagai aktivitas seperti kuliah umum , khotbah , rapat akbat , pengarahan , ceramah .
2.4 Komunikasi Massa (Massa Communication) adalah proses komunikasi yang berlangsung dimana pesanya dikirim dari sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya missal melalui alat alat yang bersifat mekanis seperti radio , televise , surat kabar dan film. Ciri dari komunikasi masa ialah sumber dan penerima dihubungkan oleh saluran yang telah diproses secara mekanik . dan sumber merupakan suatu lembaga atau institusi yang terdiri dari banyak orang misalnya reporter , penyiar , editor  .

Proses Komunikasi

Penjelasan:
  • Sumber

Dalam Konteks organisasi , komunikator adalah karyawan atau manajer yang memiliki ide , niat-niat, informasi dan tujuan untuk berkomunikasi.

  • Pesan
Sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima , pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalui media komunikasi
  • Media

Alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Organisasi dapat menyediakan informasi kepada seluruh anggotanya dengan berbagai cara diantarnya:tatap muka , telepon , pertemuan kelompok , memo , pernyataan kebijakan perusahaan , sistem imbalan , jadwal produksi dan perkirraan penjualan .
  • Pengaruh/Efek

Perbedaan antara apa yang dipikirkan , dirasakan dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan .
  • Umpan balik

Pengaruh /tanggapan balik yang berasal dari penerima .contoh unpan balik langsung melalui pertukaran verbal seperti perubahan ekspresi wajah ketika bertemu dengan perbedaan pendapat atau kesalah pahaman. contoh umpan balik tidak langsung seperti rendahnya produktivitas, rendahnya kualitas produksi,kurangnya koordinasi .
  • Lingkungan

Faktor faktor tertentu yang dapat mempengaruhi jalannya komunikasi , faktor ini digolongkan atas 4 mcam yaknni lingkungan fisik , lingkungan sosial budaya, lingkungan psikologis , dan dimenis waktu.

3.Komunikasi Efektif
 Komunikasi efektif harus direncanakan dengan memperhatikan situasi, waktu, tempat dan pendengarnya. Permasalahan yang sering dihadapi adalah kita menempatkan manusia seakan-akan seperti benda yang mudah dikumpulkan lalu mudah diberi penjelasan supaya mereka mengerti sesuatu.
  Dengan kemajuan teknologi, interaksi antara anggota-anggota dalam organisasi dan masyarakat semakin meningkat dan menjangkau bertambah luas. Untuk membantu supaya komunikasi bisa efektif ada beberapa ketentuan yang memudahkan yaitu :
1.  Kemampuan mengamati dan menganalisa persoalan
2.  Kemampuan menarik perhatian
3.  Kemampuan mempengaruhi pendapat
4.  Kemampuan menjalin hubungan dan suasana saling mempercayai. 
Adapun hal-hal yang perlu dipertanyakan dalam melakukan komunikasi seperti : apa, mengapa, bagaimana, dimana, siapa, kapan, tujuan dan situasinya, karena denganmenggunakan hal tersebut kita akan mendapatkan informasi yang sangat jelas dan mengurangi terjadinya kesalahpahaman dalam berkomunikasi.
            Bila sebuah organisasi sampai pada titik dimana komunikasi dalam organisasi tidak efektif contohnya dalam banyak perusahaan , program orientasi karyaawan baru seharusnya dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk menjalin komunikasi yang efektif antar karyawan. Dalam Marriott International , jaringan hotel yang tersebar di seluruh dunia , 40% karyawan baru keluar dari perusahaan dalam jangka waktu tiga bulan setelah mereka diterima . Setidakya inilalah yang terjadi dulu . Belakangan ini , angka keluar karyawan berkurang secara signifikan karena mariot telah berusaha keras memperbaiki cara perusahaan berkomunikasi dengan karyawan barunya .Selain mendapatkan informasi lebih banyak , setiap karyawan baru dipasangkan dengan seorang “teman” yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi sehingga semua karyawan baru dapat memperoleh informasi tanpa batas . Marriott mengembangkan komunikasi yang efektif dengan para karyawanya sejak hari pertamma mereka bekerja dan karenanya Marriot memastikan para staff di garis depan(resepsionis , concierge,bellboy) mampu melayani tamu dengan ramah .(john , Robert, Michael , 2005).

Seorang manajer tidak memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada mengembangkan komunikasi yang efektif .Beberapa penghalang komunikasi yang efektif yang dapat muncuk pada komunikasi organisasi maupun juga komunikasi interpersonal yaitu kerangka referensi , mendengarkan selektif , perrtimbangan nilai , kredibilitas sumber ,penyaringan informasi , bahasa dalam kelompok , perbedaan status , tekanan waktu , kelebihan muatan komunikasi ,

4.Implikasi Manajerial
Implikasi didefinisikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi atas temuan hasil suatu penelitian. Implikasi memiliki tujuan untuk membandingkan suatu hasil penelitian antara yang lalu dengan yang baru saja dilakukan.  Salah satu macam macam implikasi adalah Implikasi manjerial , bagian ini seorang peneliti menyajikan implikasi mengenai kebijakan-kebijakan yang bisa dikaitkan dengan berbagai temuan yang di dapatkan dari penelitian tersebut. Implikasi manajerial dapat memberikan suatu kontribusi yang praktis untuk manajemen.

Daftar Pustaka