Senin, 18 Juli 2016

Menulis Iklan


Iklan merupakan suatu pemberitahuan dari seseorang atau badan usaha yang ditujukan kepada khalayak  ramai mengenai barang atau jasa yang dijual melalui media masa . Bahasa yang digunakan dalam sebuah iklan sangat singkat , begitu juga dalam iklan baris . Selain itu , bahasa iklan biasanya bersifat persuasive .

 Untuk menyusun sebuah iklan baris , berikut langkah – langkah yang perlu diperhatikan:
1.     Menentukan suatu hal yang akan dimuat di iklan
2.    Mendaftar butir – butir atau hal hal yang akan dimuat di iklan
3.    Menggunakan pilihan kata yang tepat , menarik dan sopan
4.    Menggunakan kalimat yang singkat

5.    Menyusun butir butir yang akan dimuat dalam iklan secara singkat

Contoh iklan :








 Triyanto , Rumiyanti . 2015 . Prediksi Ujian Nasional . Jakarta : Graha Pustaka


Menulis Teks Pidato




Pidato dikatakan baik apabila mengandung tujuan yang jelas , isinya mengandung kebenaran , cara penyampaiannya sesuai dengan kondisi pendengar , serta disampaikan secara jelas dan menarik .
Sebuah teks pidato terdiri atas tiga bagian , yaitu pendahuluan , isi dan penutup .

1.     Bagian pendahuluan terdiri atas ucapan syukur , salam pembuka , dan tujuan pidato
2.    Bagian isi menjelaskan permaslahan atau materi yang diungkapkan dalam pidato
3.    Bagian Penutup berisi kesimpulan , saran dann iimbauan , ucapan terimakasih , ucapan permohonan maaf serta salam penutup .



Saat menulis teks pidato , harus memperhatikan ketiga bagian tersebut . Namun sebelumnya perlu menetukan tema dan tujuan pidato . Berdasarkan tema dan tujuan pidato tersebut , dapat menyusun kerangka dan mengembangkannya menjadi naskah pidato yang lengkap.

Contoh pidato soekarno saat sumpah pemuda

Dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda, Ir. Soekarno memberikan petuahnya dalam sebuah pidato. Semoga kita semua bisa mengambil manfaatnya. Berikut pidato yang disampaikan Ir. Soekarno :

“Saudara-saudara,

Djuga sadja pernah tjeritakan dinegara-negara Barat itu hal artinja manusia, hal artinja massa, massa.

Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, “basically” – pada dasar dan hakekatnja – adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, “The Makers of History”. Bahwa massa inilah jang tak boleh diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, atau Canada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia.

Sebagai tadi saja katakan: Bahwa “World Prosperity”, “World Emancipation”, “World Peace”, jaitu kekajaan, kesedjahteraan haruslah kekajaan dunia : bahwa emansipasi adalah harus emansipasi dunia; bahwa persaudaraan haruslah persaudaraan dunia ; bahwa perdamaian haruslah perdamaian dunia ; bahwa damai adalah harus perdamaian dunia, berdasarkan atas kekuatan massa ini.

Itu saja gambarkan, saja gambarkan dengan seterang-terangnja. Saja datang di Amerika,- terutama sekali di Amerika – Djerman dan lain-lain dengan membawa rombongan. Rombongan inipun selalu saja katakan : Lihat, lihat , lihat, lihat!! Aku jang diberi kewadjiban dan tugas untuk begini : Lihat, lihat, lihat!! – Aku membuat pidato-pidato, aku membuat press-interview, aku memberi penerangan-penerangan; aku jang berbuat, “Ini lho, ini lho Indonesia, ini lho Asia, ini lho Afrika!!”

Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga!


Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin tjarilah peladjaran dari pada hal hal ini semuanja, agar supaja saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerdjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air.

Apa jang mereka perhatikan, Saudara-saudara? Jang mereka harus perhatikan, bahwa di negara-negara itu – terutama sekali di Amerika Serikat – apa jang saja katakan tempoh hari disini ” Hollandsdenken ” tidak ada.

“Hollands denken” itu apa? Saja bertanja kepada seorang Amerika. Apa “Hollands denken” artinja, berpikir secara Belanda itu apa? Djawabnja tepat Saudara-saudara “That is thinking penny-wise, proud, and foolish”, katanja.

“Thinking penny-wise, proud and foolish”. Amerika, orang Amerika berkata ini, “Thinking penny-wise” artinja Hitung……..satu sen……..satu sen……..lha ini nanti bisa djadi dua senapa `ndak?…….. satu sen……..satu sen……… “Thinking penny-wise”………”Proud” : congkak, congkak, “Foolish” : bodoh.

Oleh karena akhirnja merugikan dia punja diri sendirilah, kita itu, Saudara-saudara, 350 tahun dicekoki dengan “Hollands denken” itu. Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi orang jang berpikir “penny-wise, proud and foolish”.

Jang tidak mempunjai “imagination”, tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian – Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai “imagination”, mempunjai fantasi-fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesediaan menghadapi risiko ; mempunjai dinamika.

George Washington Monument misalnja, tugu nasional Washington di Washington, Saudara-saudara : Masja Allah!!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnja! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai “imagination” itu, Saudara-saudara.

Bangsa jang tidak mempunjai : imagination” tidak bisa membikin Washington Monument. Bangsa jang tidak mempunjai “imagination”………ja, bikin tugu, ja “rongdepo”, Saudara-saudara. Tugu “rong depo” katanja sudah tinggi, sudah hebat.

“Pennj-wise” tidak ada, Saudara-saudara. Mereka mengerti bahwa kita – atau mereka – djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai “imagination”,: “imagination” hebat, Saudara-saudara.

Perlu djembatan? Ja, bikin djembatan……tetapi djangan djembatan jang selalu tiap tiap sepuluh meter dengan tjagak, Saudara-saudara, Ja , umpamanja kita di sungai Musi…….Tiga hari jang lalu saja ini ditempatnja itu lho Gubernur Sumatera Selatan – Pak Winarno di Palembang – Pak Winarno, hampir hampir saja kata dengan sombong, menundjukkan kepada saja “ini lho Pak! Djembatan ini sedang dibikin, djembatan jang melintasi Sungai Musi” – Saja diam sadja -”Sungai Ogan” – Saja diam sadja, sebab saja hitung-hitung tjagaknja itu. Lha wong bikin djembatan di Sungai Ogan sadja kok tjagak-tjagakan !!


Kalau bangsa dengan “imagination” zonder tjagak, Saudara-saudara !!

Tapi sini beton, tapi situ beton !! Satu djembatan, asal kapal besar bisa berlalu dibawah djembatan itu !! Dan saja melihat di San Fransisco misalnja, djembatan jang demikian itu ; djembatan jang pandjangnja empat kilometer, Saudara-saudara ; jang hanja beberapa tjagak sadja.

Satu djembatan jang tinggi dari permukaan air hingga limapuluhmeter; jang kapal jang terbesar bisa berlajar dibawah djembatan itu. Saja melihat di Annapolis, Saudara-saudara, satu djembatan jang lima kilometer lebih pandjangnja, “imagination”, “imagination” “imagination”!!! Tjiptaan besar!!!


Jembatan raksasa Golden Gate di San Francisco,

sudah berdiri sejak tahun 1937

Kita jang dahulu bisa mentjiptakan tjandi-tjandi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu jang sampai sekarang belum hancur ; kita telah mendjadi satu bangsa jang kecil djiwanja, Saudara-saudara!! Satu bangsa jang sedang ditjandra-tjengkalakan didalam tjandra-tjengkala djatuhnja Madjapahit, sirna ilang kertaning bumi!! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Mendjadi satu bangsa jang kecil, satu bangsa tugu “rong depa”.

Saja tidak berkata berkata bahwa Grand Canyon tidak tjantik. Tapi saja berkata : Tiga danau di Flores lebih tjantik daripada Grand Canyon. Kita ini, Saudara-saudara, bahan tjukup : bahan ketjantikan, bahan kekajaan. Bahan kekajaan sebagai tadi saja katakan : “We have only scratched the surface ” – Kita baru `nggaruk diatasnja sadja.

Kekajaan alamnja, Masja Allah subhanallahu wa ta’ala, kekajaan alam. Saja ditanja : Ada besi ditanah-air Tuan? – Ada, sudah ketemu :belum digali. Ja, benar! Arang-batu ada, Nikel ada, Mangan ada, Uranium ada. Percajalah perkataan Pak Presiden. Kita mempunjai Uranium pula.

Kita kaja, kaja, kaja-raja, Saudara-saudara : Berdasarkan atas “imagination”, djiwa besar, lepaskan kita ini dari hal itu, Saudara-saudara.

Gali ! Bekerdja! Gali! Bekerdja! Dan kita adalah satu tanah air jang paling cantik di dunia.


 Triyanto , Rumiyanti . 2015 . Prediksi Ujian Nasional . Jakarta : Graha Pustaka

hansalimara.blogspot.co.id/2010/10/pidato-irsoekarno-menyambut-hari-sumpah.html

Menulis Buku harian


Buku harian atau sering disebut diary merupakan buku yang berisikan catatan sehari hari dan biasanya bersifat pribadi .  Catatan tersebut biasanya berupa kegiatan kegiatan yang akan dilakukan atau pengalaman  pengalaman yang berkesan  yang dialami setiap hari .

Buku harian sering dijadikan tempat curahan hati dan pikiran .Bahasa yang dituangkan sifatnya bebas , tergantung keinginan si penulis  itu sendiri . Namun demikian , buku harian hendaknya ditulis dengan semenarik mungkin , dan seindah indahnya . Penuangan bisa berbentuk cerita , puisi , ataupun bentuk lainnnya .



Menulis buku harian dapat dilakukan dengan langkah langkah berikut
1.     Menentukan masalah atau topic utama yang akan dicatat
2.    Menuangakan hal yang ingin dicatat secara bebas dan leluasa dengan menghilangkan segala ketakutan dan kekhawatiran.
3.    Tidak menunda nuda waktu . Apabila ad aide atau keinginan untuk menulis , lakukan dan tuangkan dalam buku itu

4.    Mencantumkan jam dan tanggal pada setiap kali membuat catatan



 Triyanto , Rumiyanti . 2015 . Prediksi Ujian Nasional . Jakarta : Graha Pustaka


Melengkapi Surat Pribadi dan Surat Dinas


Surat merupakan salah satu media berkomunikasi secara tertulis yang sampai saat ini tetap diperlukan dalam berbagai kegiatan . Ada tiga jenis ssurat berdasarkan fungsinya , yaitu surat pribadi , surat dinas , dan surat niaga .



1.     Surat Pribadi
Surat Pribadi adalah surat yang dikirim oleh perseorangan kepada orang lain dan isinya bersifat pribadi , baik masalah keluarga atau resmi (lamaran kerja , permohonan) . Surat pribadi yang ditunjukan pada seseorang menggunakan bahasa yang santai , tidak terikat aturan ,  sedangkan pada surat resmi yang ditunjukan pada suatu instansi perlu menggunakan bahasa baku atau bahasa resmi .

2.    Surat Dinas
Surat dinas atau sering disebut surat resmi adalah surat yang isinya berkaitan dengan masalah – masalah kedinasan , Biasanya diperlukan oleh suatu instansi kepada instansi yang lain , walaupun  ada pula yang ditulis perseorangan untuk ditunjukan kepada suatu instansi  . Penulisan surat dinas menggunakan bahasa baku .,
Bagian bagian yang ada dalam surat dinas
a.    Kepala / Kop surat
b.    Nomor surat
c.    Hal / perihal
d.    lampiran
e.    Tanggal surat
f.    alamat surat
g.    salam pembuka
h.    isi surat
i.     salam penutup
j.     pengirim surat

3.    Surat niaga merupakan surat yang ditulis untuk kepentingan kepentingan bisni s . Contohnya surat penawaran , surat permintaan , surat penagihan dan surat pengiriman barang .


 Triyanto , Rumiyanti . 2015 . Prediksi Ujian Nasional . Jakarta : Graha Pustaka





Menulis Resensi


Resensi adalah karangan yang berisi penilaian terhadap suatu buku atau karya seni lainnya . Apabila yang diresensi berupa buku , maka penulis memperkenalkan isi buku dengan maksud agar masyarakat mau membaca buku itu .
           


Unsur unsure resensi buku meliputi :
1.     Identitas buku
2.    Ringkasan atau hal hal menarik dari isi buku
3.    Pendapat tentang isi buku
4.    Saran saran bagi penulis buku


Langkah langkah yang harus diperhatikan ketika akan menyusun resensi buk :u sebagai berikut :


1.     Mendata buku yang dibaca
2.    Meringkas atau mencatat butir butir penting dari isi buku
3.    Mendaftar butir – butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku
4.    Menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atas isi buku
5.    Memadukan rangkuman dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh


 Triyanto , Rumiyanti . 2015 . Prediksi Ujian Nasional . Jakarta : Graha Pustaka




Minggu, 17 Juli 2016

Menulis Laporan


Laporan berasal dari kata lapor yang artinya memberi tahu atau mengadu . laporan berarti segala sesuatu yang dilaporkan atau cara penyampaian informasi kepada seseorang atau suatu instansi yang disusun atas dasar tanggung jawab yang diembannya 
. Bentuk laporan diantaranya format isian , surat , memorandum , laporan jurnalistik , dan laporan ilmiah .




Laporan ilmiah disusun berdasarkan sistematika berikut :

1.     Halaman Judul
2.    Lembar Pengesahan
3.    Kata pengantar
4.    Daftar Isi
5.    Isi Laporan , meliputi
a.Pendahuluan
b.Pembahasan
c.Penutup
6.    Daftar Pustaka
7.    Lampiran








Ahmad Iskak , Yustinah . 2008 . Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK. Jakarta : Erlangga 







Menulis Pesan Singkat (Memo)






Memo atau memorandum disebut juga pesan singkat , merupakan bentuk komunikasi tertulis yang biasa digunakan dalam suatu kantor atau organisasi . Dalam menulis pesan singkat harus menggunakan bahasa yang ringkas , padat , jelas dan mudah dimengerti . Selain itu harus memperhatikan santun berbahasa . Isi memo dapat ditulis tangan atau diketik . Jenis memo ada dua yaitu memo resmi dan memo tidak resmi. Pada memo tidak resmi penulisannya tidak terikat aturan , sedangkan dalam memo resmi hendaknya memerhatikan sistematika berikut ini:

1.     Kepala memo , terdiri atas
a.    Nama instansi
b.    kata “MEMO”
c.    dari
d.    kepada

2.    Isi memo merupakan alat komunikasi informal , tetapi isinya dalam rangka hal – hal kedinasan .

3.    Kaki memo terdiri atas
a.    Tanggal , bulan , tahun
b.    tanda tangan
c.    nama terang dibubuhkan dengan huruf besar diawal kata tanpa kurung.






Ahmad Iskak , Yustinah . 2008 . Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK. Jakarta : Erlangga