Minggu, 17 April 2016

Tugas Individu B.Indonesia ke 6 - Membaca Ekstensif Beberapa berita yang bertopik Sama


Membaca adalah kegiatan memahami isi bacaan, baik yang dilakukan dengan maembca nyaring maupun membaca dalam hati. Membaca ekstendif merupakan kegiatan membaca untuk mendapatkan informasi dari teks atau bacaan sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya. 

Hasil dari membaca ekstensif suatu berita pada media cetak diharapkan dapat mengungkapkan hal-hal berikut.
1.    Mengetahui nama media cetak yang memuat berita tersebut.
2.   Mengetahui nama kolom yang memuat berita tersebut.
3.   Mengetahui judul berita.
4.   Mengetahui kapan tanggal berita tersebut dimuat.
5.   Mengetahui pada halaman berapa berita tersebut dimuat.
6.   Mengetahui garis besar informasi dari berita tersebut.


Tugas Individu B.Indonesia ke 5- Menulis Teks Berita


          Berita merupakan suatu bentuk penyampaian informasi atau pemberitahuan tentang susatu hal kepada khalayak. Pada dasarnya berita harus menyajikan suatu fakta, dan fakta tersebut harus benar adanya. Jika berita yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, maka berita tesebut akan dianggap sebagai suatu kebohongan public.

          Penulis berita harus melengkapi isi berita dengan data, fakta-fakta, dan informasi lain yang bersumber langsung dari lapangan atau tempat kejadian, ataupun kebenaran dari peristiwa itu sendiri sebelum tulisannya diterbitkan. Berita dan informasi bisa didapatkan dari mana saja, misalnya kegiatan politik, kehidupan artis, acara olahraga, maupun kisah seorang ilmuan. Dalam penulisan berita, sekurang-kurangnya menggunakan prinsip 5W+1H (what, whi, why, when, where, dan how atau jika diterjemahkan apa,, siapa , mengapa, kapan, di mana , dan bagaimana).



          Berita sebaiknya ditulis secara singat, padat dan jelas agar maksud dari berita tersebut mudah dipahami oleh pembaca.


Tugas Individu B.Indonesia 4 - Membaca Novel Remaja Terjemahan


Novel remaja Indonesia adalah novel yang ceritanya mengisahkan kehidupan remaja di Indonesia pada umumnya, termasuk perilaku , setting dan adat istiadat masyarakat Indonesia.

          Novel remaja terjemahan merupakan novel remaja yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Novel jenis ini berisi cerita dari perilaku tokoh yang berlatar budaya, kebiasaan, dan tempat tinggal di salah satu Negara di luar negeri. Misalnya, novel berjudul Si Cantik dan Si Buruk Rupa ( Beauty and The Beast).

          Membaca adalah proses memahami lambing-lambang tulisan . Membaca umumnya bertujuan untuk memahami isi bacaan tersebut. Agar dapat memahami isi novel tersebut, maka kita harus memahami unsure instrinsik novel. Begitu pula dalam membaca novel remaja terjemahan.

          Unsur intrinsik novel adalah unsure-unseur yang membangun karya sastra novel dari dalam karya sastra itu sendiri. Unsur intrinsik novel adalah sebagai berikut:

1.     Tema, adalah pokok pembicaraan atau gagasan pokok dalam novel.
2.    Amanat, adalah pesan yang akan disampaikan dalam novel.
3.    Alur atau jalan cerita, adalah rangkaian cerita yang disusun secara logis. Alur ini biasanya terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu perkenalan, pertikaian, perumitan, puncak/klimaks, peleraian dan akhir cerita. Ada dua jenis alur, yaitu alur longgar dan alur ketat. Alur longgar adalah jika sebagian alur ditinggalkan, tetapi keutuhan cerita dalam suatu novel tidak akan terganggu. Sebaiknya , alur ketat adalah jika sebagian alur ditinggalkan, keutuhan cerita menjadi terganggu.
4.    Perwatakan , adalah penggambaran watak atau sifat tokoh cerita dalam suatu novel.
5.    Latar, adalah tempat lingkungan terjadinya suatu peristiwa dalam cerita. Latar ini dapat berupa tempat, ruang, dan waktu terjadinya cerita dalam suatu novel.

6.  Sudut pandang , yaitu cara pandang pengarang dalam memerankan tokoh cerita, apakah sebagai tokoh yang berperan langsung dalam cerita atau menggunakan orang lain sebagai pemeran cerita.

Tugas Individu B.Indonesia 3 - Membawakan Acara untuk Berbagai Keperluan


Dalam acara-acara resmi atau suatu kegiatan yang tidak resmi, biasanya dibuat susunan acara. Dalam acara-acara tersebut terdapat orang yag bertugas membawakan atau memandukan acara.

Orang yang membawakan acara disebut pembawa acara atau sering disebut dengan istilah Master Of Ceremony(MC) . Tugas seorang pembawa acara adalah memandu jalannya accaranya agar berjalan lancar. Seorang pembawa acara yang baik harus memenuhi syarat-syarat berikut:
1.     Busana yang dikenakan sopan dan rapi.
2.    Berpenampilan menarik.
3.    Berpengetahuan dan berwawasan luas.
4.    Mampu berbahasa dengan baik dan benar, menggunakan bahasa yang komunikatif dan menempatkan diri dalam berbicara.
5.    Percaya diri, ramah, bersahaja, dan sopan.

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membawakan acara adalah sebagai berikut:
1.     Membuka Acara
Contoh:
Selamat pagi hadirin ,
Hadirin yang terhormat, segera kita mulai acara ini. Namun, sebelumnya marilah kita bersama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita sehingga dapat berkumpul di Gedung Kesenian SMP Harapan Bogor, dalam rangka memperingati hari jadi sekolah kita yang ke-22 tepatnya tanggal 29 maret 2013.
     Adapun susunan acaranya adalah sebagai berikut:
1.     Pembukaan
2.    Sambutan-sambutan
3.    Hiburan
4.    Penutup
Demikian rangkaian acara kita mala mini.
          Memasuki acara pertama, yaitu pembukaan . Marilah kita buka acara ini dengan..

2.    Memandu Acara
Contoh:
Acara                         :         Sambutan Kepala Sekolah
Kalimat Pemandu         :         Sambutan yang kedua disampaikan oleh Kepala sekolah SMP Harapan , yang terhormat Bapak Drs. Widodo kami persilahkan.

3.    Menutup Acara
Contoh:
                   Hadirin yang berbahagia, tanpa terasa 120 menit telah berlalu, acaraa demi acara telah usai. Kini tibalah pada penghujung acara. Sebelum ditutup, saya mohon maaf apabila dalam memandu acara ada kata-kata yang kurang berkenan dihati hadrirn. Marilah acara ini kita tutup dengan bacaan “hamdalah” bersama-sama. Terimakasih.


Jumat, 01 April 2016

Tugas Individu B.Indonesia ke 2 - Asal Usul Bahasa Indonesia




Sebagai warga Negara Indonesia yang baik sudah sepatutnya kita mengetahui sejarah dan kebudayaan Indonesia , karna bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai sejarah dan budaya nya , Seperi kata Bapak proklamator bilang “jangan sekali kali melupakan sejarah “  . Karna sejarah merupakan jati diri suatu bangsa ,dan tonggak perabadan suatu bangsa .
Mungkin masih banyak yang tidak mengetahui sejarah dan asal usul bahasa Indonesia , mari kita sama sama mempelajari sejarah dan asal usul bahasa Indonesia berada agar kita bias mencintai sejarah dan kebudayaan bangsa sendiri.

Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa Indonesia tidak lepas dari Bahasa Melayu. Dimana Bahasa melayu sejak dahulu telah digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau bahasa pergaulan. Bahasa melayu tidak hanya digunakan di Kepulauan Nusantara, tetapi juga digunakan hampir diseluruh Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya Prasasti-prasasti kuno dari kerjaan di indonesia yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Melayu. Dan pasa saat itu Bahasa Melayu telah Berfungsi Sebagai :
1.                 Bahasa Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan
aturan hidup dan satra
2.                 Bahasa Perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia
3.                 Bahasa Perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia
mapupun pedagang yang berasal dari luar indonesia.
4.                 Bahasa resmi kerajaan.
Dengan demikian benar , bahwa bahasa indonesia sumbernya adalah bahasa melayu.
                        
2.2 Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa danMelayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.
Secara Sosiologis kita bisa mengatakan bahwa Bahasa Indonesia resmi di akui pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Onktober 1928. Hal ini juga sesuai dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”  Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Indonesia.
                         
2.3 Mengapa Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia.
Ada empat faktor yang menyebabkan bahasa Melayu diangkat menjadi bahasa Indonesia yaitu :
1.    Bahasa melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa
perhubungan dan bahasa perdangangan.
2.    Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dielajari karena dalam bahasa
melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
3.    Suku jawa, suku sunda dan suku suku yang lainnya dengan sukarela
menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
4.    Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa
kebudayaan dalam arti yang luas.

2.4 Peristiwa-Peristiwa Penting Yang Berkaitan Dengan Bahasa Indonesia.

Peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia dapat dirinci sebagai berikut :
1.        Tahun 1801 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van
Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad
Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dimuat dalam Kitab LogatMelayu.
2.        Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku
buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman
Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai
Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasaMelayu di kalangan masyarakat luas.
3.        Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kayo menggunakan bahasa
Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad (dewan rakyat), seseorang berpidato menggunakan bahasaIndonesia.
4.        Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi pengokohan bahasa indonesia
menjadi bahasa persatuan.
5.        Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan
dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
6.        Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru
Bahasa Indonesia.
7.        Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di
Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.
8.        Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945,
yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasaIndonesia sebagai bahasa negara.
9.        Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan
soewandi) sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
10.    Tanggal 28 Oktober – 2 November 1954 diselenggarakan Kongres
Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
11.    Tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia,
meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.
12.    Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
13.    Tanggal 28 Oktober – 2 November 1978 diselenggarakan Kongres
Bahasa Indonesia III di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasaIndonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
14.    Tanggal 21 – 26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa
Indonesia IV di Jakarta. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasaIndonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negaraIndonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.
15.    Tanggal 28 Oktober – 3 November 1988 diselenggarakan Kongres
Bahasa Indonesia V di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
16.    Tanggal 28 Oktober – 2 November 1993 diselenggarakan Kongres
Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.
17.    Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia
VII di Hotel Indonesia, Jakarta. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.


Tugas Individu B.Indonesia 1 - Ciri-Ciri Umum Puisi


Puisi merupakan bagian dari karya sastra yang memiliki ciri dan karakter yang membedakan dengan bentuk karya sastra lainnya . Dalam puisi terdapat adanya aturan mengenai persajakan , rima, dan kebaitan . Adapun antologi puisi adalah buku yang memuat kumpulan puisi , baik dari seseorang penyait atau beberapa penyair . Biasanya dalam sebuah antologi puisi terdapat banyak puisi.

Unsur unsur dalam puisi meliputi sebagai berikut:
1.Struktur Fisik
  • ·         Diksi

Merupakan pilihan kata yang dipakai peyair dalam mengungkapkan perasaan dalam puisi.
  • ·         Pengimajian

pengimajian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi.
  • ·         Majas

Majas atau gaya bahasa adalah bahasa yang digunakan untuk mengatakan sesuatu dengan cara membandingkan dengan kata lain.
  • ·         Rima

Pengulangan bunyi dalam puisi.
  • ·         Tipografi

Tipografi aau tata wajah merupakan bentuk perwajahan puisi.


2.Struktur Batin
Struktur batin puisi terdiri dari unsure:
  • ·         Tema

Gagasan pokok yang diungkapkan penyair dalam puisinya
  • ·         Perasaan

Puisi merupakan karya sastra yag paling mewakili ekspresi perasaan penyair
  • ·         Nada dan suara

Nada adalah sikap penyair kepada pembaca.  Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi tersebut
  • ·         Amanat

Pesan yang hendak disampaikan oleh penyair dalam puisi.

Contoh puisi dari buku antologi puisi
Rumah
Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Kulihat dari cahaya bulan dari pekarangan
Serambiku kelam dan berudara sepi
Tidak ada suara, Tiada pula bayangan
Kecuali sahabatku , semuanya pergi

Terkadang terasa perlunya ke rumah
Atau terasa perlunya tak pulang rumah
Bercerita dan berkaca pada hari-hari kupunya
Di rumahku besar sekali nubuha sebuah kisah

Kalau aku tiba terdengar suara berdetak tiba-tiba
Malu-malu hati sahabatku rupanya ikut bicara
Tanpa tekanan yang mendesak atau tinggi hati
Alangkah cintanya dia padaku

Terkadang sebelum masuk rumah
Aku melihat kea tap dan bertanya-tanya
Adakah dia didalam , masihkah dia cinta
Alangkah besar rasanya hidup , bila hatiku tak gelisah.